“Indonesia Indonesia adalah negeri budak, budak diantara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain”
Dalam buku ini Pramoedya menuturkan tentang salah satu genosida terbesar dalam sejarah manusia pada pembangunan Jalan Raya Pos yang membentang sepanjang 1000 km di utara pulau Jawa dari Anyer hingga Panarukan. Dalam buku tersebut Pramoedya menuturkan sisi paling kelam dalam pembangunan jalan tersebut yang beraspalkan darah dan airmata manusia2 Republik.
Melaui buku ini saya juga mendapatkan gambaran yang sangat jelas bahwa bagaimanapun juga kemajuan Indonesia yang dapat dicapai ketika zaman penjajahan harganya tetap saja tidak pernah sebanding dengan harga yang harus dibayarkan oleh rakyat jelata.Pada akhirnya untuk mendapatkan sebuah status dan kenyamanan baik untuk kalangan non-pribumi maupun pribumi -yang tega menjajah bangsanya sendiri- kaum rakyat jelatalah yang selalu terpingirkan. Karena kurungan nasib yang kemudian diterima sebagai sebuah takdir yang tak dapat diupayakan dan tiadanya harapan akan masa depan yang lebih baik, penjajahan semakin subur bukan karena penjajah yang sangat kuat dan tiada tertandingi, namun juga karena keapatisan dan kemenyerahan akan takdir yang dianggap sebagai sesuatu yang tak mampu lagi dapat diubah.
Pun ternyata dari buku ini pula tergambar bahwa budaya korupsi yang telah mengakar dalam segala sendi kehidupan telah berkembang bahkan sebelum budaya tulis menulis berkembang di kalangan rakyat, baik sebagai warisan dari kolonialisme Belanda maupu feodalisme Jawa, diperparah pula dengan sikap loyalitas rakyat jelata yang tidak pada tempatnya (kebanggaan untuk memberikan upeti kepada petinggi bahkan di luar batas kemampuannya).
Dedicated to the owner of life.
4 both of my parents hopefully Allah will always guide u.